Spesifikasi Teknis
| Tegangan Masukan | 220V (±10%), 50Hz (±2Hz) |
| Tegangan Keluaran | 0~10kV (gelombang persegi) dapat disesuaikan |
| Arus Keluaran | 0~200mA |
| Kapasitas Keluaran | 2kVA |
| Penyesuaian Frekuensi | Min: 0.2Hz, Maks: 5Hz (rentang yang dapat disesuaikan) |
Prinsip Kerja
Fungsi Penentuan Posisi
Daya listrik AC220V diperbaiki oleh penyearah gelombang penuh untuk mencapai konversi yang sangat baik, mengubahnya menjadi sinyal khusus berdaya tinggi yang diperlukan untuk identifikasi. Sinyal ini diterapkan pada kabel yang akan dilokasikan melalui kabel penghubung. "Metode tegangan langkah" atau "metode arus" dapat digunakan untuk menemukan lokasi kerusakan kabel secara akurat.
Metode Tegangan Langkah
Jika kabel yang terkubur mengalami kerusakan grounding, kita dapat menggunakan metode perbedaan potensial untuk menemukan titik kerusakan. Metode ini melibatkan penerapan tegangan uji antara titik uji kabel yang rusak dan ground. Ini akan menciptakan medan listrik terdistribusi yang konsentris dengan titik masuk kabel. Di dalam medan listrik ini, tidak ada perbedaan potensial antara titik mana pun dengan radius yang sama, tetapi perbedaan potensial ada antara dua titik mana pun dengan radius yang berbeda (seperti yang ditunjukkan oleh titik A dan B dalam diagram). Lebih lanjut, ketika jarak antara kedua titik tetap, perbedaan potensial semakin kuat semakin dekat mereka ke pusat.
Dengan menggunakan karakteristik ini, kita dapat memindahkan titik A dan B secara bertahap lebih dekat ke pusat. Ketika titik kerusakan tepat berada di antara titik A dan B, perbedaan potensial menjadi nol. Jika kita terus bergerak melewati titik kerusakan, polaritas perbedaan potensial akan berbalik. Dengan bergerak maju mundur dengan cara ini, titik grounding dapat ditentukan secara akurat.
![]()
Metode Arus
Jika terjadi kerusakan ground pada kabel terowongan, kita dapat menemukan titik kerusakan dengan mengamati arah arus yang berlawanan sebelum dan sesudah kerusakan. Ini dilakukan dengan menerapkan sinyal pulsa tegangan tinggi ke kabel yang rusak untuk melepaskan kerusakan. Pada titik ini, arus dengan polaritas yang berlawanan akan dihasilkan sebelum dan sesudah kerusakan, tetapi arus pada titik kerusakan akan minimal.
Dengan menggunakan karakteristik ini, kita dapat menggunakan penjepit penerima untuk menentukan arah arus sebelum dan sesudah kerusakan. Dengan menjepit penjepit penerima ke kabel, kotak penerima akan menunjukkan arah. Jika kita terus memindahkannya melewati titik kerusakan, polaritas arus akan berbalik. Dengan memindahkannya maju mundur dengan cara ini, kita dapat menentukan titik kerusakan ground secara akurat.
![]()